9+ Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang disukai Allah

Berbakti kepada Orang Tua – Sebagai seorang anak, sudah sepantasnya kita untuk selalu berbakti dan patuh kepada kedua orang. Dan pada kesempatan yang sangat berharga ini, mari ingatkan kembali khususnya kepada diri sendiri, dan umumnya kepada orang lain. Bahwa berbakti kepada orang tua merupakan suatu hal yang penting dan diharuskan.

Orang tua merupakan sebuah karunia yang Allah berikan kepada kita dan tak ada bandingannya. Tanpa adanya jasa dan didikan orang tua kepada kita, mungkin kita tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini. Dan kita pun tidak akan mampu untuk membalas semua jasa-jasanya yang dilakukannya untuk kita.

Akan tetapi, walaupun kita tidak akan bisa membalas jasa mereka, Allah memerintakan kepada kita selaku seorang anak, agar selalu berbuat baik dan patuh kepada mereka. Pastinya apa yang diperintahkan oleh Allah tersebut sudah selayaknya kita laksanakan dengan ikhlas dan hanya semata-mata mengharap ridhonya Allah.

Mengharap ridhonya Allah, tentu inilah yang menjadi harapan kita pada setiap apa yang kita lakukan didunia ini. Tanpa adanya sebuah ridho dari Allah, akan jadi apa hidup kita ini. Maka penting untuk kita selalu berharap bahwa Allah ridho dengan apa yang kita lakukan, termasuk dalam berbakti kepada orang tua.

Ridho Allah Ridho Orang Tua

ridho Allah ridho orang tua
www.hikmahislam.com

Ridho Allah merupakan ridhonya orang tua. Dari kata tersebut kita bisa mengambil sebuah penjelasan bahwa jika kita mencari suatu ridho dari Allah, maka yang kita harus lakukan adalah mencari ridho dari kedua orang tua. Sebagiamana yang telah disebutkan dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh At-Thirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda.

Dari hadist di atas sangat bisa kita ketahui maksudnya adalah seorang anak wajib untuk selalu berusaha membuat kedua orang tuanya ridho. Seperti yang tertera di atas, Rasulullah mengatakan bahwa ridho Allah bergantung kepada ridhonya orang tua. Sama halnya dalam mencari ridho Allah yang merupakan suatu kewajiban.

Untuk meraih ridho tersebut tentu ada yang dilakukan, misalkan seperti jangan melakukan sesuatu hal yang dapat memacing kemarahan dari kedua orang tua. Karena hal tersebut sama saja dengan memancing kemarahan Allah kepada kita.

Bahkan sebagian ulama berpendapat suatu keridhoan orang tua wajib untuk diprioritaskan daripada melakukan amalan wajib yang hukumnya fardhu kifayah layaknya jihad. Hal ini berdasarkan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang tecantum dibawah ini.

Hadist

Dalam hal mencari ridho orang tua bukan hanya soal perbuatan saja, melainkan juga soal interaksi atau hubungan dengan meraka, karena suatu interaksi yang mampu mendatangkan ridhonya orang tua, maka hal tersebutpun akan mengundang ridhonya Allah.

Namun begitu juga dengan sebaliknya, jika segala bentuk interaksi atau hubungan kita dengan orang tua kurang baik dan memancing kemurkaan maupun kemarahan mereka, maka hal tersebut pun tentu mengundang murkanya Allah. Dan jika hal itu dilakukan oleh seorang anak, dengan begitu si anak itu bisa dikatakan telah melakukan tindakan yang durhaka kepada kedua orang tuanya.

Perbuatan lainnya yang bisa mendatangkan ridhonya orang tua adalah dengan cara menaati semua perintah mereka, dengan menaati mereka merupakan salah satu bentuk baktinya seorang anak kepada orang tua.

Namun hal tersebut tentu memiliki batasan, apa yang menjadi batasan itu? Selama perihal yang diperintahkan itu tidak bertentangan dengan perintah Allah. Akan tetapi jika perintahnya bertentangan, maka wajib bagi seorang anak untuk mempriotaskan ridhonya Allah diatas ridho mahluk.

Birrul Walidain

birrul-walidain artinya
ganeshara09.wordpress.com

Birrul walidain artinya adalah berbuat kebajikan kepada kedua orang tua. Istilah birrul walidain ini sendiri berasal dari Nabi Muhammad SAW, yang terdiri dari kata birru yang artinya kebajikan dan Al-Walidain yang memiliki arti yaitu kedua orang tua.

Birrul walidain merupakan suatu etika yang diajarkan dalam agama islam untuk menunjukan pada suatu tindakan berbakti kepada kedua orang tua. Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa berbakti kepada orang tua itu hukumnya fardhu ain bagi setiap umat muslim, walaupun jika kedua orang tuanya itu non muslim sekalipun.

Dalam agama Islam kita tidak hanya ditekankan harus menghormati kedua orang tua saja, akan tetapi kita juga harus memiliki akhlak yang mengharuskan orang yang lebih muda untuk menghargai seseorang yang lebih tua darinya, dan orang yang lebih tua untuk menyayangi yang lebih muda.

Bahkan dalam sebuah kegiatan umat islampun diharuskan untuk lebih mengutamakan dan mendahulukan para orang tua. Penjelasan ini berdasarkan perintah Allah yang disampaikan melalui malaikat jibril, dikatakan bahwa sesorang yang menghormati orang tua, merupakan termasuk salah satu bentuk mengagungkan Allah.

Dan akhlak ini pun sudah dilakukan oleh para sahabat, mereka begitu menghargai dan menghormati terhadap seseorang yang lebih tua walaupun orang itu hanya lebih tua hanya selisih satu hari ataupun satu malam, atau bahkan selisih jarak lahir hanya beberapa menit saja.

Hadits Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

banyak sekali hadist yang menerangkan kepada kita selaku seorang anak untuk selalu berbakti kepada orang tua. Dan pada hadist tersebutpun bukan hanya soal perintah berbakti kepada orang tua saja, melainkan juga terdapat perintah lainnya seperti perintah untuk melakukan sholat pada waktunya, perintah berjihad dijalan Allah dan masih banyak lagi.

Misalnya seperti beberapa hadist yang tercantum dibawah ini. adapaun hadistnya adalah sebagai berikut.

Isi hadist tentang berbakti kepada orang tua

Dari hadis tersebut banyak dijelaskan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua ibu dan bapa (an-nisa : 36) dan lukman ayat 14

Kemudian Allah menyebutkan alasan dari perintah tersebut.

cara berbakti kepada orang tua

berbakti kepada orang tua terdapat beberapa cara diantaranya seperti, kita berbicara dengan kedaunya dengan lemah lembut, mamakai kata-kata yang baik dan menujukan penghormatan serta kelembutan. Berbuat baik dengan suatu perbuatan, yakni selalu melayani kedua orang tua dengan tenaga yang kita miliki untuk memenuhi semua kebutuhannya dan juga membantu dengan mempermudah urusan-urusan dari keduanya.

Tentu yang kita lakukan tersebut tidak bertentangan dengan agama dan ataupun dunia kita. Karena Allah maha mengetahui segala hal yang membahayakan. Sehingga kita tidak berpura-pura dengan mengatakan sesuatu bahwa sesuatu itu berbahaya, padahal sebenarnya tidak. Sehigga jika kita berbuat hal yang demikian, maka bisa dikatakan bahwa kita telah durhaka kepada keduanya.

Cara lainnya adalah dengan berbuat baik dengan harta, yakni dengan memberikan apa yang menjadi suatu kebutuhan dan keperluan untuk mereka dengan harta yang kita miliki. Namun dalam bantuan yang kita lakukan itu harus didasari dengan adanya rasa ikhlas, berlapang dada, dan tidak mengungkit-ungkit apa yang telah kita berikan.

Dan berbakti kepada orang tua tidak hanya dilakukan ketika keduanya masih hidup saja. Akan tetapi dilakukan juga manakala keduanya telah tiada ataupun telah meninggal dunia.

Leave a Comment

%d bloggers like this: