Contoh Cerpen Singkat, Beserta Pengertian, Struktur, Unsur, dan Sejarahnya

Halo semuanya, berjumpa lagi dengan buatlagi.com. kali ini kita akan sama-sama membahas tentang cerpen. Pasti kalian tidak asing ya, mendengar kata cerpen ini. Yaps cerpen itu merupakan kata singkatan dari cerita pendek. Selain membahas tentang cerpen, tentu kita juga akan membahas bagaimana sebuah contoh cerpen itu sendiri. Tetapi disini yang akan saya sertakan hanya contoh cerpen singkat saja.

Walaupun pembahasan kali ini lebih banyak membahas tentang contoh cerpen singkat. Akan tetapi tidak lupa juga kita akan membahas salah satu yang harus diketahui dari cerpen itu sendiri. Yaitu pengertian dari cerpen, sedikit tentang sejarah cerpen, struktur dari cerpen, dan unsur dari sebuah cerpen.

Langsung saja. Untuk memulai pembahasannya. Pertama-tama sedikit saya uraikan sejarah dari cerpen itu sendiri, dan begitupun selanjutnya akan dibahas pengertian cerpen dan lain-lain. Disimak baik-baik ya teman-teman. Selamat membaca.

Sejarah Cerpen

sejarah cerpen
www.pexels.com

Cerita pendek ini pada mula adalah suatu tradisi penceritaan lisan, lalu karena hal itu menghasilkan suatu kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah yang dibuat tersebut mereka sampaikan dalam bentuk puisi yang berirama. Adapun irama yang digunakan tersebut mempunyai fungsi sebagai alat untuk membantu orang lain agar mudah mengingat ceritanya.

Bagian singkat kisah-kisah ini, lalu dipusatkan pada suatu naratif-naratif individu yang bisa disampaikan pada suatu kesempatan pendek. Dan keseluruhan dari kisahnya baru bisa dilihat apabila bagian dari keseluruhan bagian ceritanya tersebut telah disampaikan.

Selanjutnya fabel, pada umumnya fabel merupakan berupa cerita rakyat yang memiliki pesan-pesan moral didalamnya. Konon waktu itu dianggap oleh sejarawan Yunani Herodotus, sebagai hasil temuan seorang budak yunani bernama Aesop. Temuan tersebut pada abaad ke-6 SM.

Telah disebutkan fabel-fabel ini kini telah dikenal sebagai fabel Aesop. Akan tetapi ternyata ada pula yang memberikan sebuah definisi lainya, terkait dari istilah sebuah fabel ini. Jika disebutkan pada Khazanah Sastra Indonesia. Fabel seringkali diartikan sebagai cerita yang membahas tentang binatang yang dijadikan sebagai pemerannya (tokoh utama). Jika di Indonesia salah satu contoh kisah yang populer seperti Kisah si Kancil.

Selanjutnya, jenis cerita itu berkembang menjadi sage, mite dan legenda. Bisa diketaui contoh dari sage misalnya adalah Joko Dolog. Sedangkan untuk Mite atau yang disebut juga dengan kata Mitos, lebih mengarah pada sebuah cerita yang terkait dengan sebuah kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti Kisah Nyi Roro Kidul.

Singkat cerita, di Eropa tradisi bercerita lisan tersebut mulai berkembang jadi cerita-cerita yang ditulis pada awal abad ke-14. Terutama ketika terbitnya sebuah buku karya dari Geoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya satunya lagi Giovanni Boccaccio Decameron.

Pada kedua buku ini telah disusun dari sebuah cerita-cerita pendek yang terpisah. Cerita tersebut ditempatkan dalam sebuah cerita naratif yang jauh lebih besar(sebuah cerita kerangka). Meskipun perangka cerita tersebut tidak diadopsi oleh semua penulis.

Pada akhir dari abad ke-16, sebagian dari cerita pendek tersebut yang paling poluler adalah karyanya Matteo Bandello yaitu Novella. Pada masa renaisan, istilah dari novella tersebut digunakan agar merujuk pada sebuah cerita-cerita pendek.

Begitulah singkatnya sejarah dari sebuah awal dari adanya cerita singkat atau yang kita kenal juga dengan cerpen. Jadi cerpen ini awal mulanya adalah sebuah kisah-kisah yang ceritakan pada sebuah tradisi penceritaan lisan. Dari penceritaan lisan tersebutlah adanya cerita-cerita singkat yang dikisahkan.

Pengertian Cerpen

pengertian cerpen
www.pexels.com

Cerpen yaitu singkatan dari cerita pendek. Pada umumnya cerita singkat itu memiliki kata yang berkisaran 1000-10.000 kata. Biasanya sebuah cerpen itu isinya cenderung langsung pada suatu tujuan pembahasaan itu sendiri. Selain itu cerpen atau cerita singkat ini, hanya memuat sebuah kesan tunggal. Serta memusatkan diri pada satu situasi dan satu tokoh saja.

Cerpen juga merupakan suatu bentuk frosa naratif fiktif. Yang cenderung padat, singkat, dan langsung pada sebuah tujuannnya. Beda hal nya dengan tulisan jenis lainnya seperti karya-karay fiksi yang lebih panjang seperti novella ataupun novel.

Karena singkatnya cerita tersebut. Cerita-cerita pendek ini sukses mengandlakan teknik-tehnik sastra seperti plot, tokoh, tema, bahasa, dan insight secara halus dari pada sebuah fiksi yang memiliki isi lebih panjang. Dan untuk cerpen ceritanya pun bisa dalam berbagai jenis.

Pada pengertian lain, cerpen juga merupakan salah satu jenis sebuah karya sastra yang didalamnya memaparkan suatu kisah ataupun cerita. Dan kisah tersebut menceritakan mengenai kehidupan manusia beserta seluk beluknya melalui sebuah tulisan yang singkat dan pendek. Cerpen yang pada awalnya berasal dari suatu anekdot. Yaitu sebuah situasi yang digambarkan dengan singkat yang langsung pada sebuah tujuannya.

Berbeda dengan karya tulisan lainnya seperti novel, yang mana didalam tulisan tersebut. Terdapat sebuah problematika yang dibahas dan membutuhkan waktu cukup lama untuk membacanya. Sedangkan untuk cerpen hanya mempunyai hanya satu masalah pada tokoh utama didalam cerita tersebut. Tepi walaupun begitu, sebuah cerpen tentunya tetap memenuhi semua unsur yang terkandung didalamnya.

Struktur Cerpen

struktur cerpen
www.pexels.com

Pada sebuah cerpen terdapat juga struktur pada penulisannya. Pada cerpen terdapat 6 bagian, adapun struktur cerpen adalah sebagai berikut.

  1. Abstrak ialah sebuah ringkasan atau inti dari suatu cerita yang nantinya akan dikembangkan menjadi rangkaian-rangkaian peristiwa. Atau bisa juga yaitu sebuah gambaran awal pada cerita. Abstsrak ini sifatnya opsional, artinya sebuah teks pada cerpen boleh jika tidak memakai abstrak.
  2. Orientasi adalah sesuatu yang berkaitan dengan waktu, tempat, maupun suasan yang berkaitan dengan cerpen tersebut. Pada sebuah cerpen, sudah umumnya pada cerita tersebut menjelaskan tentang suatu kehidupan, yang tentu juga akan berkaitan dengan waktu dan suasana pada cerita kehidupan tersebut.
  3. Komplikasi merupakan isi urutan-urutan kejadian, yang dihubungkan dengan sebab dan akibat. Pada struktur cerpen ini, karakter ataupun watak tokohnya akan bermunculan disebabkan oleh kerumitannya.
  4. Evaluasi merupakan struktur cerpen yang berbentuk konfilk yang terjadi pada cerita tersebut. Dan suatu permasalahan pada cerita itupun mulai mendapati penyelesaian secara klimaks pada konfliknya.
  5. Resolusi pada struktur ini, bagian si pengarang cerita mengungkapkan solusi pada permasalahan yang dimasukan pada ceritanya dan tokoh ataupun para pelaku.
  6. Koda merupakan nilai, pesan, ataupun pelajaran yang bisa diambil dari teks cerita untuk pembacanya.

Unsur Interistik Cerpen

  1. Tema adalah sebuah gagasan pokok yang merupakan dasar dari sebuah cerita. Tema-tema pada umumnya yang terdapat pada sebuah cerita, biasanya tema tersebut dapat terlihat langsung secara jelas di dalam cerita. Dan bisa juga dengan sebaliknya yaitu tidak terlihat secara langsung. Dimana si pembaca diharuskan dapat menyimpulkan sendiri.
  2. Alur (Plot) merupakan jalan cerita dari suatu karya sastra. Secara garis besarnya adalah tahapan alur pada sebuah cerita. Dan alur pada sebuah cerita itu ada tahap-tahapannya. Diantaranya adalah diawali dengan perkenalan > muncul permasalahan ataupun konfilk > peningkatan konflik > puncak dari konflik atau klimaks > penurunan pada konflik > dan penyelesaian.
  3. Setting atau Latar merupakan yang berkaitan dengan sebuah tempat, waktu, dan suasana yang terjadi pada sebuah cerita tersebut.
  4. Tokoh atau Pelaku yaitu pemeran pada sebuah cerita. Setiap tokoh dalam sebuah cerita biasanya memiliki watak, sikap, sifat dan juga kondisi fisik yang jelaskan melalui perwatakan dan karakter. Pada umumnya dalam suatu cerita terdapat tokoh protagonis (tokoh utama pada cerita), antagonis (lawan dari tokoh utamanya) dan tokoh figuran ( tokoh pendukung pada sebuah cerita).
  5. Penokohan (perwatakan) adalah pemberian sifat atau karakter pada pelaku cerita. Sifat yang diberikan tersebut akan tercermin pada ucapan, pikiran, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu. Dalam metode penokohan ini terdapat 2 macam diantarnya : Metode Analitik ialah metode penokohan yang nantinya akan memaparkan atau menyebutkan sifat yang terdapat pada tokoh secara langsung. Misalnya sombong, penakut, pemalu, pemarah, keras kepala, dan lain sebagainya. Metode Dramatik ialah suatu metode yang penokohannya secara tidak langsung menggambarkan atau memaparkan sifat yang terdapat pada tokoh melalui : penggambaran fisik. Misalnya pada pakaiannnya, postur tubuh, warna kulit, bentuk rambut, dan lain-lain. Dan penggambaran melalui percakapan yang dilakukan tokoh lainnya. Serta dengan teknik tokoh tersebut berupa pandangan, pendapat, dan sikap.
  6. Sudut pandang (point of view) ialah tujuan dari pengarang dalam melihat sebuah peristiwa di dalam cerita. Pada sudut pandang terdapat beberapa macam. Diantaranya adalah sudut pandang orang pertama, sudut pandang peninjau, dan sudut pandang campuran. Sudut pandang disini, sama juga dengan kata ganti orang.
  7. Pesan atau Amanat ialah sebuah pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca atau pendengar yang dibuat oleh penulis cerita tersebut. Pesan tersebut bisa berupa nasehat, harapan, dan lain sebagainya.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik pada cerpen adalah unsur yang terbentuk dan terdapat diluar cerpen itu sendiri (unsur yang ada diluar sebuah karya sastra). Unsur ekstrinsik ini, tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana sebuah cerpen itu dibuat. Tentu unsur ini sangat mempunyai banyak pengaruh terhadap penyajian amanat maupun latar belakang dari sebuah cerpen itu sendiri. Unsur ekstrinsik juga terdapat beberapa macam, diantaranya sebagai berikut.

  1. Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang pada masyarakat. Yang dijelaskan latar belakang tersebut tentu sangat berpengaruh bagi terbentuknya sebuah cerita, khususnya adalah sebuah cerpen. Dan pengaruh tersebut merupakan sebuah pemahaman yang berupa pengkajian ideologi negara, kondisi sosial masyarakat, kondisi politik negara, bahkan sampai kondisi ekonomi pada masyarakat.
  2. Latar belakang pengarang yaitu yang meliputi sebuah pemahaman kita terhadap sesuatu sejarah hidup dan sejarah lainnyan yang berupa hasil dari karangan sebelumnya. Dalam latar belakang pengarang terdiri dari.
  3. Biografi adalah sebuah latar belakang yang berisikan mengenai riwayat hidup seseorang. Dan bisa juga riwayat dari pengarang cerita, yang ditulis dengan secara keseluruhan.
  4. Kondisi psikologis ialah sebuah latar belakang yang isinya mengenai pemahaman kondisi mood. Atau bisa dengan keadaan yang mengharuskan pengarang menulis sebuah cerita atau cerpen.
  5. Aliran sastra adalah sebuah latar belakang yang berpengaruh pada gaya penulisan yang dipakai oleh penulis. dan gaya penulisan tersebut dipakai penulis untuk menciptakan sebuah karya sastra.

Leave a Comment

%d bloggers like this: