63+ Contoh Pantun Nasehat dan Pengertian dan Macam-macamnya

Contoh Pantun Nasehat – Di dalam sebuah kehidupan pastinya ada banyak sekali suatu pelajaran-pelajaran hidup atau nasehat yang dapat kita ambil hikmahnya. Entah apa itu datangnya dari diri sendiri, maupun dari kejadian yang telah dialami oleh orang lain, atau bahkan dari alam, hewan dan tumbuhan sekalipun.

Akan tetapi banyak dari manusia yang mengabaikan hal tersebut atau bahkan menyepelekan terhadap sesuatu yang terjadi.

Banyak dari orang-orang tua kita terdahulu, yang telah memberikan banyak pelajaran tentang pelajaran hidup, nasehat dan bahkan sebuah pengalaman yang dialaminya. Yang mana hal tersebut sangat berguna dan menjadi bekal bagi kehidupan kita disaat ini. Nasehat-nasehat itu disampaikan secara turun temurun, entah itu disampaikan secara lisan ataupun berupa tulisan.

Dan salah satu nasehat yang disampaikan secara lisan adalah sebuah pantun. Bahkan para sejarawan berpendapat, dan mereka sepakat bahwa pantun merupakan media yang efektif untuk memberikan serta menyampaikan sebua pesan-pesan moral. Hal tersebut dikarenakan ke fleksibelan tempat dan waktunya.

Tetapi sebuah pantun bukan hanya bertujuan untuk suatu nasehat saja, melainkan juga hanya sekedar guyonan atau pantun yang bertujuan untuk membuat orang lain tertawa misalnya seperti pantun jenaka, dan banyak jenis pantun lainnya.

Lalu seperti apa sih pengertian, contoh pantun nasehat dan macam-macamnya yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini ulasan dari pengertian, contoh pantun nasehat dan macam-macamnya.

Pengertian Pantun Nasehat

Pantun nasehat merupakan jenis pantun yang mengandung suatu nasehat-nasehat atau ajaran-ajaran yang bersangkutan dengan moral. Yang mana pada moral tersebut adanya suatu nilai-nilai luhur yang diturunkan dan ditujukan kepada masyarakat.

Pada umumnya pantun ini dimanfaatkan untuk menyampaikan suatu pesan tentang kebaikan-kebaikan yang ada di masyarakat, misalnya seperti pesan untuk selalu berbakti kepada orang tua, menghormati orang yang lebih tua, menyayangi orang yang lebih muda, menghormati pemimpin dan guru. Atau bahkan antar sesama masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya.

Dan apa yang menjadi alasan sebuah pantun itu termasuk jenis pantun nasehat? Alasannya adalah karena pada pantun tersebut adanya sebuah pelajaran untuk manusia tentang :

  • Mengingatkan penting sebuah hubungan yang baik antar sesama manusia.
  • Mengingatkan suatu hal yang penting kepada umat.
  • Berupa himbauan kepada masyarakat agar tidak berbuat jahat.
  • Ajakan agar tidak mendekati suatu maksiat.
  • Ajakan untuk bersikap baik kepada sesama.
  • Mengingatkan suatu hal yang penting tentang akhirat.
  • Ajakan untuk melakukan suatu ibadah.
  • Ajakan untuk berprilaku baik kepada alam.
  • Himbauan agar tidak memiliki sifat dengki.
  • Dan himbauan serta ajakan yang baik-baik lannya.

Contoh Pantun Nasehat Dan Macam-Macamnya

Bagaimana sih sebuah pantun nasehat itu? jika kalian penasaran, maka simaklah baik-baik contoh pantun nasehat dibawah ini. dengan contoh yang tertera dibawah ini dan telah disusun dan disesuaikan dengan temanya. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.

Pantun Nasehat Agama

Pantun agama merupakan jenis pantun yang berisi dan terdapat sebuah pesan-pesan yang mengandung unsur-unsur agama. Pada umumnya atau kebanyakan dari orang, menggunakan pantun dengan jenis ini untuk suatu kegiatan seperti berdakwah, menyebarkan ajaran-ajaran mengenai agama, kebaikan-kebaikan dan pedoman hidup.

Pantun agama bisa dikatakan dengan pantun yang mengandung unsur dakwah jika isinya.

  • Isi pantun itu memuat suatu amanah.
  • Isinya mengingatkan kepada perkara-perkara kebaikan.
  • Isinya berupa mengajak kepada ketakwaan.
  • Isinya memberitahukan mana perbuatan yang baik dan buruk.
  • Isinya bisa menjelaskan mana yang halal dan haram.
  • Isinya memberitahukan suatu hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
  • Isinya memberikan sebuah manfaat tentang kehidupan kepada pendengarnya.
  • Isinya mengingatkan berupa pengingat akan adanya akhirat.
  • Isinya merupakan sebuah pedoman bagi hidup manusia. Dan lain sebagainya.

Contoh Pantun Nasehat Agama

Dalam rumah ada gelang
gelang hijau pada berantakan
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dilakukan

Katak di sawah melompat-lompat
Pak tani datang membawa jerat
Sungguh hina sifat mengumpat
Dunia akhirat pasti dilaknat

Kalau anda pergi ke Medan
Jangan lupa beli markisa
Sembahyang itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

Ikan arwana ikan pari
Semuanya terdampar mati
Ilmu agama harus dicari
Buat bekal akhirat nanti

Cukup hina orang berdusta
Bicara apa tak dipercaya
Hidup di dunia hanya sementara
Siapkan bekal lebih utama

Pohon manggis tumbuh subur
Di bawahnya pohon kacang
Mayat menangis di alam kubur
Teringat jasad tak sembahyang

Dua tambah dua empat
Empat tambah empat delapan
Jika hidup ingin selamat
Jangan pernah lupakan Tuhan

Sayur salad sayur tomat
Dimakan enak juga nikmat
Ayo sobat kita sholat
Agar selamat dunia akhirat

Kemumu di dalam semak
Jatuh sehelai selarasnya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya

Saya pergi beli tembaga
Saya pakai untuk merekatkan parang
Apabila ingin masuk surga
Sering-sering mengaji dan sembahyang

Sebatang pohon daunnya rimbun
Lebat daunnya tiada buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya

Asam kandis asam gelugur
Kedua ayam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Terkenang badan tidak sembahyang

Dari kecil nak cincilak padi
Sudah besar cincilak padang
Dari kecil nak duduk mengaji
Sudah besar tegak sembahyang

Malam ini malam Jumaat
Esok malam Sabtu
Kita ini umat Muhammad
Jangan sampai meninggalkan waktu

Banyak bulan perkara bulan
Bulan puasa bulan kita
Banyak Tuhan perkara Tuhan
Tuhan yang esa Tuhan kita

Pisang ambon di tanam di gunung
Tumbuh sepuluh layu sebatang
Buruk orang jangan dicari
Bila kita sedang berpuasa

Tekun kita beramal ibadah
Untuk belanja dikemudian hari
Kita serahkan kehadirat Allah
Mudah-mudahan disyafaatkan Nabi

Kera di hutan berlompat-lompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicoba

Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Pantun Nasehat Adat

Pantun nasehat adat, sesuai namanya pastinya isi pantun ini mengandung sebuah nasehat ataupun petuah. Pada umumnya pantun ini memiliki maksud agar masyarakat tetap menjunjung tinggi dan menjaga adat istiadat. Karena dengan menjunjung suatu adat, sangat bisa berpengaruh pada kehidupan agar lebih terarah dan terjaga.

Suatu adat istiadat yang terjaga, bukan hanya berpengaruh bagi diri sendiri, melainkan akan sangat berpengaruh bagi masyarakat juga. Atau pada kehidupan sosial di masyarakat. Maka dari itu sebuah pantun ini bisa menjadi sarana pengingat bagi masyarakat itu sendiri.

Dan sebuah pantun bisa disebut sesuai untuk adat bila didalamnya ada.

  • Jika pantun itu dipelajari makanya ilmunya juga akan dapat.
  • Isinya dari pentun ini berupa pengingat dalam hidup bermasyarakat.
  • Isinya tidak menyesatkan para pendengarnya.
  • Isinya bisa berupa pengingat akan damainya dalam bermasyarakat.
  • Isinya bisa berupa pengurai dari sebuah perselisihan.
  • Isinya pantunnya bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Jika isinya diamalkan membawa pada kehidupan yang lebih baik.
  • Jika isinya dikerjakan menuntun pada keselamatan dunia dan akhirat.
  • Dan masih banyak lagi kebaikan dari sebuah pantun yang berupa nasehat pada adat.

Contoh Pantun Nasehat Adat

Lebat daun pohon jagung
Jagung berisi bertongkol dua
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Kuat rumah karena sendi
Rusak sendi rumah binasa
Kuat bangsa karena budi
Rusak budi bangsa binasa

Laksamana berbaju besi
Masuk ke hutan berburu rusa
Hidup berdiri dengan saksi
Adat berdiri dengan tanda

Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang di buku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh

Menanam kelapa di pulau bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dari hukum
Hukum bermula dari Kitabullah

Lebat daun bunga tanjung
Bau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Manis sungguh gula malaka
Jangan dibacuh dibuat serbat
Sungguh teguh adat pusaka
Biar mati anak jangan mati adat

Buah berangan di rumpun pinang
Limau kasturi berdaun muda
Kalau berkenan masuklah meminang
Tanda diri beradat budaya

Bukan kacang sembarang kacang
Kacang melilit di kayu jati
Kami datang bukan sekedar datang
Datang membawa hajat di hati

Menyulam dengan benang kasar
Baju disulam tepi kainnya
Salah kecil maupun besar
Hukumnya telah tersedia

Duduk antara kawan dan lawan
Nan berpijak betung sebelah
Mau berpijak kepada lawan
Di situ kata putuslah sudah

Anak teruna tiba di darat
Dari Makasar langsung ke Deli
Hidup di dunia biar beradat
Bahasa tidak dijual beli

Pantun Nasehat Berbalas

Pantun jenis ini merupakan pantun yang pada isinya berupa suatu nasehat-nasehat juga, akan tetapi nasehat bersifat dua arah. Maksud dari bersifat dua arah adalah seperti halnya kita ketika berbicara. Pada pantun jenis ini dibutuhkan bukan hanya kemampuan dalam membuat sebuah pantun saja, melainkan juga dalam membalas sebuah pantun lainnya.

Dimana pada pantun berbalas ini, seseorang harus adanya kepandaian dan kecekatan dalam hal mengolah suatu kata-kata yang sesuai, sehingga pantun itu akan enak didengar dan pembahasan pada pantun itu nyambung. Dan adapun contohnya adalah sebagai berikut.

Contoh Pantun Nasehat Berbalas

Ikan belanak masih merah
Dalam plastik ia dibawa
Jadi anak jangan pemarah
Kalau pemarah lekas tua

Ada senar dalam kereta
Kereta panjang isi berjuta-juta
Memang benar apa yang kau kata
Orang pemarah tak ada yang suka

Jantung berdetak hati berdebar
Melihat harimau dalam ikatan
Kalau kita orang penyabar
Banyak yang tentram bila berdekatan

Anak ayam diambil maya
Karena kakinya ada luka
Penyabar adalah sifat mulia
Semua pasti akan suka

Menjamu tamu memakai nampan
Tamu dijamu kue putu
Apa guna berparas tampan
Kalau lupa shalat lima waktu

Sebelum pergi jangan lupa makan
Agar hari tidak penuh gundah
Terimakasih telah diingatkan
Tak akan lupa waktu ibadah

Panca indara salah satunya ludah
lidah pendek kepala bundar
Masih mudah tekun ibadah
Untuk menuju jalan yang benar

Ada singa mengejar macan
Keduanya akhirnya berkelahi
Jalan benar adalah tujuan
Untuk dapat ridho ILLAHI

Makan rujak isinya mangga
Makan rujaknya sama siapa
Jika hidup dengan tetangga
Maulah untuk saling menyapa

Jadi orang jangan pelupa
Kalau pelupa seperti nini-nini
Tak enak hati untuk menyapa
Karena orang baru di daerah sini

Tukang bakso berbaju biru
Sedang keliling kampung berjualan
Justru kamu sebagai orang baru
Mulai menyapa untuk berkenalan

Pasang bingkai ketok palu
Pasang bingkai di rumah Wulan
Untuk menyapa saya malu
Apalagi mengajak untuk bekenalan

Hari minggu pergi ke museum
Ke museum lewati hutan pohon cemara
Cobalah saja dari tersenyum
Sebelum mencoba untuk berbicara

Bulan depan musim pancaroba
Banyak hujan disertai badai
Baiklah akan saya mencoba
Tapi tak tau akan kapan dimulai

Latihan bela diri namanya silat
Latihan silat di depan rumah bunga
Cobalah saja wahai sahabat
Karena itu adab bertetangga

Kue lapis dan kue cucur
Dimakan bersama lontong
Jadi orang haruslah jujur
Hindari berbohong dan sombong

Hewan malam namanya kalong
Kalong hidup juga butuh makan
Perbuatan bohong dan juga sombong
Memang tak akan aku lakukan

Tong besar hanyalah kosong
Pergi keluar kota besok lusa
Karena bohong dan juga sombong
Akan membawa ke dalam dosa

Berangkat sekolah tak lupa mandi
Tak lupa untuk mampir ke pura
Berlatih jujur sedari dini
Agar kelak tidak sengsara

Pohon mahoni pohon jati
Untuk dibuat sebuah pondasi
Dengan jujur dan hai-hati
Jadi pejabat tak mau korupsi

Anak kembar namanya Rana dan Rini
Lahir ke dunia dengan sehat
Bagaimana hidupku ini
Berbuat dosa banyak maksiat

Pagi-pagi minumnya jamu
Jamu diminum pengganti obat
Sudahi dulu semua tingkahmu
Banyak usaha untuk bertobat

Minum jus sehat bercamput tomat
Tak lupa untuk dicampur lobak
Apakah bisa aku bertobat
Kalau dosaku terlalu banyak

Orang itu tempatnya khilaf
Karena banyak lakukan maksiat
Tuhan itu maha pemaaf
Jika kamu bisa benar-benar bertobat

Ombak besar memecahkan batu
Itulah tanda badai akan mulai
Jika benar apa katamu itu
Darimana aku bisa memulai

Olahraga itu banyak manfaat
Berolahraga caranya mudah
Mulailah dahulu dari berniat
Jauhi maksiat dan perbanyak ibadah

Jangan suka berlaku riba
Karena riba sarangnya dosa
Baiklah akan saya mencoba
Supaya mati saya tak tersiksa

Pantun Nasehat Orang Tua

Pada umumnya pantun dengan jenis ini biasa dipakai oleh orang tua buat menasehati anaknya. Isi pada pantun ini, bisa berupa suatu bimbingan atau sebuah ajaran supaya anaknya itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tuanya. Dan hal lainnya yaitu bisa berupa nasehat untuk anak pada kegiatan-kegiatan seperti sekolah atau apapun yang berkaitan dengan seorang anak.

Dengan pantun nasehat ini, sebagai salah satu media yang baik bagi orang tua untuk menyampaikan sebuah nasehat, yang bisa dengan mudah diterima oleh si anak. Beda hal nya dengan nasehat yang disampaikan dengan nada keras misalnya. Pasti hal tersebut sangat tidak disukai oleh anak, dan si anak pun kemungkinan tidak akan menerima nasehat itu.

Bagaimana sih sebuah contoh pantun nasehat yang bisa disampaikan oleh orang kepada seorang anak? simaklah contoh-contoh dibawah ini.

Contoh Pantun Nasehat Orang Tua

Hari rabu minum kolak
Kolak diminum hilang dahaga
Hormati ibu dan bapak
Agar kamu masuk surga

Kupu-kupu di atas kembang
Kembang layu tiada bertulang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah ibu wajib disayang

Makan toge dicampur tahu
Tak lupa ditambah cuka
Hei kamu hormati ibu
Karena ibu jalan ke surga

Makan salak manis rasanya
Janagn lupa kupas kulitnya
Janganlah jadi anak durhaka
Dunia akhirat bakal sengsara

Tak terasa sudah jam dua
Ditunggu-tunggu datang juga
Selalu ingat pesan orang tua
Agar hidup sukes dan jaya

Besar badan anaconda,
Ular besar hidup di rawa.
Dengarlah wahai ananda,
pantun nasehat orang tua.

Benih padi mari ditabur,
pada sawah tanah subur.
Pantun warisan leluhur,
banyak nasehat indah menghibur.

Asam asam buah belimbing,
walau asam tolong petikan.
Nasehat sebagai pembimbing,
untuk hidup di masa depan.

Tulis syair dengan pena,
sayang habis tinta hitamnya.
Agar engkau bijaksana,
jalani hidup di dunia.

Penutup

Demikian contoh pantun nasehat yang bisa saya uraikan pada pembahasan kali ini. Sebuah nasehat tentu akan mudah diterima oleh orang lain jika penyampaiannya dilakukan dengan sebaik-baiknya. karena nasehat merupakan suatu ajakan yang bermaksud ke arah yang lebih baik lagi.

Nah dengan sebuah pantun merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan sebuah nasehat agar mudah diterima dan tentu dijalankan oleh para pendengar maupun pembacanya.

Leave a Comment

%d bloggers like this: