67+ Contoh Majas Asosiasi (Lengkap): Pengertian dan Artinya

Majas Asosiasi – halo, bagiamana kabar kalian hari ini? Semoga selalu dalam kedaaan yang baik-baik saja ya. Dan semoga juga kalian tidak bosan untuk selalu belajar dan belajar. Seperti pembahasan kali ini, dimana kita akan sama-sama membahas kelanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu tentang majas asosiasi.

Jika membas tentang majas, memang membutuhkan agak banyak ya teman-teman, karena pada salah satu materi pelajaran bahasa Indonesia ini, sangat banyak sekali macam-macamnya. Dan seperti yang kita ketahui bahwa majas asosiasi merupakan bagian dari kategori majas perbandingan. Pada kesempatan sebelumnya pun kita juga telah membahas salah satu majas perbandingan, yaitu majas metafora.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa majas adalah sebuah istilah yang ada dalam bahasa Indonesia untuk sebuah gaya bahasa yang membentuk suatu kalimat. Dan kalimat yang dibentuk tersebut bertujuan agar memberkan sebuah kesan dan sebuah pesan tersirat yang dimasukan pada kalimat tersebut.

Majas pada umumnya, biasa digunakan dalam percakapan bahasa indonesia sehari-hari. Dan tentu masuk juga dalam sebuah kurikulum pada pelajaran yang juga sangat kita ketahui bersama yaitu pelajaran bahasa Indonesia. Yang mana dalam palajaran tersebut dijadikan sebagai salah satu seni berbentuk sastra yang harus dipelajari dan diketahui.

Kenapa perlu diketahui? Yaps, karena dengan mengetahui sebuah majas kita akan membuat sebuah karya yang berbentuk tulisan atau sebuah karya sastra menjadi lebih hidup. Kenapa demikian? Jika kita membuat karya menggunakan majas hal tersebut berguna untuk pemanfaat kekeyaan sebuah bahasa, dan penggunaan ragam tertentu.

Pengertian Majas Asosiasi

Majas Asosiasi atau yang bisa disebut juga dengan majas perumpamanaan ini, merupakan bagian dari salah satu kategori majas perbandingan. Majas ini memiliki pengertian yakni merupakan suatu ungkapan gaya bahasa yang menerangkan atau menjelaskan sebuah makna yang terdapat pada suatu hal dengan cara membandingkan dengan objek yang lainnya. Yang mana objek tersebut mempunyai persamaan sifat tertentu, walaupun kedua hal itu berbeda dalam hal lainnya.

Majas yang masuk dalam kategori perbandingan ini, menjelaskan sebuah makna kata dengan membandingkannya kepada sesuatu yang lain. Perbandingan tersebut memiliki tujuan untuk memberikan sebuah kesan tertentu kepada para pembacanya.

Pada kata perbandingan tersebut majas ini pada umumnya menggunakan kata yang seperti bagaikan, seumpama, seperti, laksana, dan bagai. Kata tersebut penerapannya ada didalam sebuah kalimat. Untuk lebih jelasnya pada pembahasan ini, akan saya sampaikan juga beserta contoh-contohnya. Dan agar lebih enak dilihat akan saya buat dalam bentuk beberapa bagian pada contohnya.

Contoh Majas Asosiasi

Contoh majas ini, mungkin serign kita jumpai pada sebuah syair sebuah puisi atau bahkan pada sebuah cerita. Namun tak jarang juga kita mendengar sebuah kalimat yang mengandung kata yang merupakan dari bagian majas asosisi. Hanya saja mungkin kita tidak terlalu peka dengan kalimat tersebut, akan tetapi jika sekarang mungkin kita sudah mengetahuinya bentuk dari sebuah majas tersebut.

Nah untuk lebih jelasnya, bagaimana sih sebuah majas asosiasi itu. Akan saya sampaikan juga contohnya, dengan tujuan agar kalian semua bisa memahaminya dengan baik dan tentunya jika kalian mendapati sebuah tugas untuk membuat sebuah contoh dari majas ini, kalian sudah mengetahuiya dan dapat mengerjakannya dengan mudah.

Oke langsung saja, inilah contohnya yang saya buat dalam beberapa bagian. Dan pada bagian-bagian tersebut akan saya sisipkan sebuah kata yang mana kata tersebut merupakan sebuah bagian dari majas asosiasi. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.

Majas Asosiasi Dalam Sebuah Narasi Cerita

Kalian pasti pernah mendengar atau membaca sebuah cerita kan? Nah apakah kalian menyadarinya kadang-kadang terdapat sebuah kata kiasan, yang mana kata kiasan itu bukan merupakan arti dari sebenernya. Atau kata kiasan itu secara dengan sengaja dimasukan dalam sebuah cerita, dengan tujuan agar para pembacanya mendapatkan suatu kesan yang lebih menarik dari sudut pandang ceritanya.

Atau bisa juga untuk lebih membuat dramatisasi pada sebuah alur cerita tersebut. Dan pasti tujuan utamanya untuk membuat para pembacanya itu nyaman terhadap bacaan itu. Itulah mungkin yang menjadi sebuah alasan kenapa dalam sebuah cerita terkadang ada kata-kata yang sebenarnya kata itu merupakan sebuah majas. Bagaimana sih contoh majas asosia dalam sebuah cerita? Simak dibawah ini ya.

Contoh 1 Rumah yang seperti Istana

“ Pada suatu terdapat dua orang anak berada pada sebuah hutan belantara, yang mana pada hutan terdapat berbagai macam binatang buas dan mengerikan. Kedau anak itu dengan sengaja memasuki hutan itu, karena mereka harus mencari makan dengan berburu binatang yang bisa mereka makan. Dengan memberanikan diri mereka memasuki hutan tersebut, dan membawa beberapa alat yang nantinya akan mereka gunakan dalam berburu.

Hidup mereka berdua memang penuh ujian, karena hidup tanpa adanya ujian itu bagai sayur tanpa garam. Meskipun kesulitan dengan keadaan ekonominya ini, mereka jarang sekali mengeluhkan kesulitannya tersebut. Karena kebijakan pemerintahannya yang mencekik rakyat kecil sehingga membuat mereka harus bertahan hidup dengan mencari binatang buruan di hutan.

Saat sedang berburu, dia bertemu dengan seorang wanita yang memiliki bola mata begitu besar seperti bola pingpong. Dan parasnya yang bercahaya bagaikan sebuah bulan purnama. Dan mereka berdua pun sangat terpana pada penampilan wanita itu. Dan seketika itupun mereka berbicara dan saling bertanya satu sama lain.

Karena wanita ini memiliki hati yang lembut seperti sutra, akhirnya kedua anak tersebut pun di ajakanya ke rumah wanita itu. Kedua anak tersebut tentu sangat bahagia mendengar hal itu.

Ketika mereka sudah sampai di rumah wanita, kedua anak itu melihat rumahnya seperti istana raja, karena memang rumah tersebut sangat megah dan bagus. Dan ketika masuk kedalamnya kedua anak itu sangat bahagia dengan berada disana karena menurut mereka bagaikan berada di taman surga ”.

Kira begitulah jika majas asosiasi dimasukan dalam sebuah narasi pada sebuah cerita, pada kata bertuliskan miring (italic), itu merupakan kata yang mengandung majas ini, ya kanapa demikian, agar lebih terlihat berbeda dengan kata lainnya. Dan agar mudah terlihat mana kata yang mengandung majas tersebut.

Majas Asosiasi Dalam Sebuah Puisi

Pada sebuah puisi tidak jarang kita menemukan sebuah kata kiasan yang mana kata tersebut merupakan bagian dari sebuah majas. Misalkan pada sebuah puisi yang tujukkan kepada pasangan, pastinya puisi yang romantis ya, dengan tujuan pasangan kita itu senang dengan kata-kata yang kita ucapkan. Pastinya semua orang membahagiakan pasangannya kan, nah maka dari itu kalian bisa menggunakan kata yang mengandung sebuah majas, atau kata sebuah kiasan.

Seperti halnya pada sebuah narasi dalam cerita yang saya sampaikan di atas, tentu tujuan kenapa sebuah majas dimasukan dalam sebuah puisi adalah agar lebih memberikan suatu kesan yang lebih manarik untuk para pembacanya. Disamping itu menggunakan majas juga menemukan kata yang tepat dan maksud dari puisi tersebut tersampaikan.

Berikut ini, contoh majas asosiasi yang biasanya disertakan dalam sebuah puisi.

  1. Paras wajahnya sangat bercahaya bagaikan sebuah bulan purnama dimalam hari.
  2. Wajahnya yang pucat bagiakan sebuah mayat yang terbujur kaku.
  3. Kami sangat senang berada di tempat ini, seperti berada di surga.
  4. Rambutnya yang lembut bagai salju yang turun dari langit.
  5. Rambut wanita itu melambai-lambai bagai gorden pada sebuah jendela.
  6. Bibirmu yang indah seperti bunga mawar yang merah merona.
  7. Wajahya yang pucat laksana kerupuk sayur yang disiram air.
  8. Melihat wajahmu membuat aku teduh bagai minum air di tengah teriknya matahari.
  9. Wanita itu di tolongnya laksana seorang pangeran berkuda yang menghampirinya.
  10. Hadirnya kamu disisiku bagai pelita yang menerangi di gelapnya malam.
  11. Saat iya memandangku bagai mimpi di siang bolong.
  12. Harumnya bunga mawar itu menyegarkan seperti mandi di bawah air terjun.
  13. Melihat taman di depan rumah lakana melihat secuil keindahan wajah wanita itu.
  14. Pertama kali memandangmu bagaikan melihat bidadari yang di peruntukan buat ku.
  15. Mendengar suaranya membuat hatiku meleleh bagai sebuah lilin yang terkana sebuah api.
  16. Memandang mu mengalihkan duniaku bagai siang yang berganti malam.
  17. Hatiku sangat hancur bagai rerentuhan sebuah bangunan di perkotaan.
  18. Melihat mu membuatku terbujur kaku seperti seorang mayit yang kesepian.
  19. Guncangan tersebut seakan-akan seperti hancurnya sebuah kue.
  20. Merindukanmu sangat begitu sulit bagai menopang sebuah gunung.
  21. Melihat senyummu seperti melihat indahnya matahari di pagi hari.
  22. Memikirkanmu membuat ku lelah bagai berlari tak henti-henti.
  23. Memahami bagaimana sifat kamu membuat aku hampir putus asa seperti memakan beberapa butir nasi menggunakan sumpit.
  24. Mengakhawatirkanmu membuat aku lelah bagai menguras air laut.
  25. Menyentuh tubuh mu serasa hangat bagai memegang sebuah kompor.

Nah mungkin inilah sedikit contoh majas asosiasi yang kadang-kadang biasa kita temukan dalam sebuah puisi. Namun masih banyak contoh lainnya yang terdapat pada sebuah puisi. Kamu bisa dengan mudah untuk meneumkannya pada sebuah puisi yang kamu baca.

Majas Asosiasi Dalam Percakapan

Contoh selanjutnya adalah pada sebuah percakapan antara beberpa orang, dan mungkin kita juga pernah mengucapkan sebuah kalimat, yang mana kalimat tersebut merupakan sebuah kata kiasan. Dan mungkin nantinya jika kita sudah mengetahui bagaimana sebuah majas asosiasi ini. Kita juga bisa memperaktekannya dalam sebuah percakapan yang kita jumpai dengan orang lain.

Akan tetapi dalam sebuah percakapan tentunya kita menggunakan sebuah kata kiasan tersebut, haruslah sesuai dengan topik sedang kita bahas itu. Ya agar bahan pembicaraan itu menjadi nyambung dan lawan bicara kalain pun dapat memahami apa yang sebenarnya kalian sampaikan. Dan pada umumnya dalam sebuah percakapan pastilah yang jadi pembasan adalah apa yang kita lihat saat itu juga. Atau sesuatu yang telah terjadi pada diri atau bersama.

Adapun contoh-contoh yang biasanya ada pada sebuah percakapan adalah sebagai berikut.

  1. Fajar sangat jarang sekali memotong kukunya, sehingga menjadi hitam bagai kuku harimau.
  2. Doni berjalan sangat terhuyung bagai dihempas oleh angin.
  3. Harimau itu sangat tangguh seperti seorang ksatria.
  4. Mari kita rutinkan membaca sebuah buku , karena membaca seperti membuka sebuah gudang ilmu.
  5. Sekumpulan kembang api itu menari-nari bagai ombak di sebuah pantai.
  6. Walaupun rani seorang wanita, tetapi dia memiliki jiwa bagaikan ksatria baja hitam.
  7. Harimau itu melahap mangsanya bagai air yang membakar sebuah lahan.
  8. Paman mamacu sangat kencang motornya bagai seorang pembalap moto gp.
  9. Wanita itu memiliki otot yang kuat laksana seorang hercules pada sebuah film.
  10. Perutku sudah sangat kenyang bagaikan air yang memenuhi sebuah ember.
  11. Anto memiliki tangan yang kuat seperti besi pada sebuah bangunan.
  12. Rambutnya halus bagaikan kain sutra pada umumnya.
  13. Tempat tidur ini sangat nyaman dipakai bagai tidur di atas sebuah awan.
  14. Rumahnya temanku bagai instana seorang raja yang kaya raya
  15. Hidungnya mancung bagai sebuah perosotan mainan anak-anak.

Majas Asosiasi Ungkapan Seseorang

Contoh majas pada sesuatu yang merupakan ungkapan sesorang terhadap sesuatu. Hal itu tentu sangat bisa terjadi. Entah karena dia menyukai hal tersebut, membencinya, ataupun hanya sekedar memberi pendapat saja. Dan menurut saya banyak juga sebuah kata yang terucap itu merupakan sebuah majas, walaupun sebuah kata tersebut di ucapkan tanpa persiapan atau bisa dibilang secara spontan.

Seperti apa sih contoh majas asosiasi yang berupa ungkpaan seseorang? Tentunya banyak sekali contoh yang bisa kita temui, namun pada pembahasan ini saya hanya sedikit mencantumkannya. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut.

  1. Lelaki itu mempunyai suatu keberanian yang kuat bagaikan air.
  2. Berdiam dirumah saja, laksana berada pada sebuah penjara.
  3. Sia-sia saja berbicara kepadanya, seperti berkata kepada sebuah tembok.
  4. Meskipun dia hanya seorang wanita, tetapi memiliki mental yang kuat seperti baja.
  5. Hadirnya seorang guru, bagaikan sebuah pelita dalam kegelapan.
  6. Pertama kalinya aku melihatmu, kamu itu bagaikan bidadari yang turun dari langit.
  7. Hati wanita sangatlah rapuh bagaikan sebuah kaca yang sangat tipis.
  8. Kepercayaan bagaikan sebuah kertas yang jika telah di genggam maka tidak akan sempurna lagi rupanya.
  9. Permen kapas ini benar-benar lembut seperti awan di atas langit.
  10. Tubuhnya terasa sangat panas seperti aku memegang sebuah bara.
  11. Faizal memiliki kuku yang hitam dan panjang-panjang seperti cakar yang dimiliki oleh harimau.
  12. Para preman itu akhirnya disikat juga oleh para polisi itu.
  13. Para polisi akhirnya bisa mamancing para tersangka pembegalan sebuah motor.
  14. Wajahnya sangat bersinar laksana rembulan di malam hari.
  15. Mulutnya mengeluarkan kata-kata yang tajam seperti setajam pedang.
  16. Hidupnya orang itu bagaikan seekor kelalawar yang aktiv di malam hari.
  17. Kerjamu sangat cepat dan rapih sekali bagaikan sebuah mesin yang sudah di program.
  18. Melihat dua anak kembar itu bagai buah pinang di belah menjadi dua.
  19. Rumah kamu sangat megah bagaikan istana para raja.
  20. Hidup tanpa adanya suatu ujian bagaikan semangkuk sayur tanpa garam.

Nah begitulah kira-kira contoh majas yang merupakan ungkapan dari seseorang berupa penilaian terhadap sesuatu yang dilihatnya atau didengarnya. Dan ketika kita berbicara dengan lawan bicara, kitapun bisa menggunakan contoh majas tersebut. Namun perlu di ingat sesuaikanlah dengan apa yang menjadi bahan pembahasannnya.

Penutup

Demikianlah, pembahasan dari sebuah majas asosiasi ini, semoga kalian yang telah membacanya mendapatkan apa yang ingin cari pada artikel ini. Namun apabila ada kekurangan pada penjabaran yang saya lakukan ini, saya mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Dan apabila ada sebuah pertanyaan bisa kalian tanyakan pada kolom komentar dibawah ini. Dan tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang sudah berkunjung ke website ini. Sekian.

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: