Majas Metafora Beserta Pengertian dan Contohnya

Majas Metafora – Halo semua. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kalian semua dalam keadaan yang baik-baik saja, dan memilki rezeki yang melimpah ya. Aamiin. Senang sekali rasanya memiliki kesempatan untuk membahas sebuah pelajaran, dan bisa memanfaatkan blog ini untuk berbagi berbagai macam ilmu dan informasi untuk diketahui bersama.

Oke langsung saja. Pada pembahana kali ini, kita akan sama-sama membahas tentang salah satu pelajaran yang sama-sama kita pelajari disebuah sekolah ataupun sebuah perguruan tinggi. Apa sih yang akan kita bahas? Hehe. Jika dilihat dari judulnya kita akan membahas salah satu materi yang terdapat pada pelajaran bahasa indonesia yaitu tentang majas metafora.

Jika sebelumnya kita membahas tentang contoh majas hiperbola, namun kali ini kita akan membahas tentang majas juga. Hanya saja ini merupakan tipe majas lainnya. Apakah keterkaitannya dengan majas hiperbola? Ya tentu saja ada dan terdapat sebuah perbedaannya dari masing-masing jenis majas. Adapun majas metafora ini merupakan majas yang termasuk dalam katagori majas perbandingan.

Pengertian Majas Metafora

Tahukah kamu apa sih majas metafora itu? Yaps. Majas metafora adalah jenis majas yang menggunakan kata-kata atau kalimata yang memiliki arti yang sebenarnya. Atau berupa kata kiasan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan untuk menyempurnakan sebuah gaya bahasan.

Dalam pengertian lain, metafora adalah salah satu majas yang berada pada pelajaran bahasa indonesia, dan juga berbagai bahasa yang lainnya. Pada majas ini, mengungkapkan sebuah ungkapan yang dilakukan secara tidak langsung. Yang mana ungkapan tersebut berupa perbandingan analogis. Seperti halnya pada majazi dalam sebuah bab kata dan makna (ilmu logika).

Makna yang termuat dalam majas metafora ini merupakan sebuah pelatakan kedua dari suatu makna asalnya, yaitu makna tersebut tidak menggunakan kata yang memiliki arti sesungguhnya. Melainkan sebagai makna kiasan yang berdasarkan suatu perbandingan dan persamaan. Diliat dari bahasanya, kata metafora merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani Modern, yang mana kata tersebut memiliki arti yaitu meta berari perubahan dan phor berarti membawa.

Agar lebih mudah dipahami dari sebuah pembahasan tentang majas metafora ini, akan saya sertakan juga bagaimana contohnya, dengan tujuan agar kalian juga lebih mudah untuk memahaminya. Adapun contoh-contohnya saya buat berdasarkan beberapa tema. Namun akan saya tuliskan juga beberapa dalam bentuk contoh kalimat majas metafora. Dan contohnya adalah sebagai berikut.

Ciri Majas Metafora

Pada majas ini terdapat juga ciri-cirinya, yaitu pada umumnya majas metafora ini menggunakan kata-kata kiasan. Dan kata tersebut terdapat pilihan kata yang menyamakan sesuatu dengan suatu yang lainnya. Dalam membandingan dan menyamankan sesuatu, majas ini memakai sebuah perbandingan yang langsung tanpa disertakana adanya kata pembanding, seperti kata bagai, laksana, dan bak.

Macam Majas Metafora

Para ahli linguistik sepakat berpendapat bahwa majas ini dijadikan sebagai “ratu” nya dari pada majas yang lain. Hal ini di karenakan banyaknya majas lain yang pembentukan bermula dari metafora. Dan seorang pakar bernama Orrecchioni membagi majas ini menjadi dua bagian,  yaitu.

Majas Metafora In Praesetia

Pada majas bagian pertama, sebuah yang hendak dibandingkan dengan kata lainnya, yaitu disandingkan secara bersamaan dengan kata pembandingnya. Sehingga menghasilkan sebuah makna yang eksplisit (tegas, gambalang dan tidak bertele-tele).

Contohnya : Santi adalah seorang kembang desa di desa ini.

Pada contoh kalimat ini, di jelaskan secara terang-terangan menjelaskan bahwa Santi merupakan seorang gadis yang paling cantik atau populer di desa tersebut.

Majas Metafora In Absentia

Pada majas yang bagian kedua ini, cukup berbeda dengan yang sebelumnya. majas in absentia lebih mengungkapkan sesuatu hal secara implisit. Maksudnya adalah perbandingan tidak mengarah pada suatu objek yang sedang dibicarakan. Sehingga hal tersebut terkadang membuat bingung dengan maksud dari apa yang menjadi pembicaraannya.

Contoh : Para laki-laki itu sangat takjub akan kepandaian yang dimiliki bunga desa itu.

Contoh Majas Metafora

Sebuah contoh majas, sebenarnya tidak hanya kita lihat pada sebuah tulisan saja, namun tanpa kita sadari banyak contoh majas yang secara tidak sengaja kita lihat pada sesuatu, hanya saja kita tidak mengetahuinya dan hanya sekadar memahami kata tersebut saja. Misalkan pada sebuah film yang ada di indonesia yang berjudul “Si Jago Merah”, ada yang mengetahui film ini? Film ini cukup banyak penontonnya pada awal penayangannya.

Jika kita lihat dari kata si jago merah, mungkin kita akan mengartikan kata tersebut dengan sesuatu yang berwarna merah dan sesuatu yang pandai atau ahli. Namun jika kita mengetahui arti dari sudut pandang sebuah majas, maka kata tersebut mengartikan sebuah api. Maksudnya adalah seseorang yang ahli dalam menjinakan sebuah api dan lain sebagainya.

Selain contoh diatas, ada beberapa contoh majas metafora yang mungkin akan menambah anda semakin mengetahui dan memahami apa sebenarnya maksud dari pengetian majasa metafora itu sendiri. Berikut ini adalaha beberapa contohnya.

Contoh 1 Pada Sebuah Keluarga

  1. Usaha ayahku mengalami suatu kebangrutan, karena ayah meminjam uang untuk modal usaha tersebut dari lindah darat.
  2. Pada pukul 03.30 WIB, si jago merah telah melahap habis rumah penduduk rusun setempat.
  3. Semua ibu pasti lah sangat menyayangi semua buah hatinya.
  4. Seorang ayah akan rela banting tulang untuk menghidupkan keluarganya.
  5. Seorang ibu mendidik anaknya, sehingga anak tersebut menjadi bintang kelas.
  6. Anak itu merupakan jantung hati ibunya.
  7. Anak-anak yang kita miliki merupakan tunas bangsa, kita harus mendidiknya dengan baik.
  8. Aku dididik oleh orang tua ku agar selalu rendah hati kepada siapapun.
  9. Ibu menceritakan kepadaku tentang wawasannya.
  10. Adik menjadikanku kambing hitam, sehingga aku di marahi oleh ibu karena ulah nya.
  11. Ibu mengajarkan kepada ku bahwa membaca itu merupakan sebagai jendela dunia.
  12. Ayah mengajarkan kepadaku, ketika dewasa nanti jangan menjadi tikus negara.
  13. Ibu mengajarkan kepadaku agar selalu berlapang dada pada setiap masalah yang menimpa kita.
  14. Kakak mengajarkan kepadaku kalau memabaca buku adalah membuka jendela dunia.
  15. Seorang merupakan harta karun yang dimiliki oleh orang tuanya, sampai kapan pun mereka akan selalu menjaganya.

Nah itu lah contoh majas metafora yang berkaitan dengan sebuah keluarga. Yang pada kata-kata tersebut merupakan sebuah kata kiasan yang kadang-kadang diucapkan dalam sebuah percakapan, pada tulisan dalam sebuah buku, dalam iklan pada sebuah produk, kata dalam sebuah nasehat dan lain sebagainya.

Contoh 2 Mengenai Sebuah Tempat

Seseorang kadang berkata mengenai sebuah lingkungan yang disukainya ataupu mungkin tidak menyukainya. Bisa disebabkan bebepa hal, apa karena lingkungan tersebut mengganggu kenyamanannya, ataupun merusak pandangannya. Namun sesorang itu berkata dengan gaya bahasa metafora. Yang mana kata tersebut adalah sebuah kata kiasan atau bukan kata dengan makna yang sesungguhnya. Adapun contohnya yang berkaitan dengan sebuah lingkungan adalah sebagai berikut.

  1. Tumpukan sampah itu membuat mataku teracuni dari sebuah keindahan.
  2. Musim kemarau ini membuat ladangku kering berontang.
  3. Raja hutan itu menjadi buruan warga sekitar.
  4. Tangisan awan selalu menghiasi langit kota bogor.
  5. Si jago merah itu melahap perkebunan kelapa sawit milik warga sekitar.
  6. Pak Budi membuat taman seperti surga.
  7. Lahan itu terbakar dengan api yang besar terlihat seperti lautan api.
  8. Rumah pak Tono di lahap si jago merah tadi malam.
  9. Hutan yang ada di Indonesia merupakan sebuah paru-paru dunia.
  10. Sampah masyarakat itu perlu diberikannya pendidikan khusus.

Contoh 3 Ungkapan Kepada Seseorang

  1. Sebuah peristiwa tersebut membuat ayah Dani naik darah.
  2. Orang yang bermulut seperti harimau pasti tidak akan disukai oleh banyak orang.
  3. Akal bulus seseorang bisa mengakibatkan temannya tersesat.
  4. Doni diberi julukan otak udang oleh teman-temannya.
  5. Wanita yang bermurah hati itu sangat mengagumkan.
  6. Para warga mendengar angin yang meresahkan mereka.
  7. Kamu harus hati-hati dengan lelaki buaya darat.
  8. Orang jahat itu masuk dalam sebuah daftar hitam.
  9. Orang kaya itu memiliki hati yang tebal.
  10. Wanita itu sungguh keras kepala.
  11. Tina hanya bisa menggigit jarinya ketika melihat lelaki pujaanya bersama wanita lain.
  12. Kamu harus tutup mulut agar masalah ini tidak menjadi terlalu besar.
  13. Pamanku memeliki hati yang berjiwa besar.
  14. Siti meruapakan anak keturunan dari biru.
  15. Ketika kita menjadi suskse nanti, alangkah baiknya kita tidak lupa daratan.
  16. Orang itu barpangku tangan, padahal seharusnya dia bertanggung jawab atas apa yang telah dilaukakannya.
  17. Kebanyakan manusia akan menjadi gelap mata ketika melihat banyak harta.
  18. Kita seharusnya tidak berkecil hati saat kita menerima sebuah kegagalan.
  19. Kasus pembunuhan tersebut masuk dalam sebuah meja hijau.
  20. Orang itu mengalami gulung tikar pada usaha yang dilakukannnya.

Ini sebagai majas yang bisanya di ungkapkan kepada seseorang. Bayak sekali percakapan mengandung sebuah makna kiasan pada kalimat yang telah dilontarkan nya. Namun jarang kita sadari bahwa yang kita ucapkan itu mengandung kata dengan majas metafora dan lainnya.

Contoh 4 Majas Berupa Sebuah Penilaian

  1. Mereka itu merupakan setan terkutut.
  2. Akhirnya sampah masyarakat itu dimasukan ke dalam penjara juga.
  3. Maling itu akhirnya mati kutu setelah ditangkap oleh para warga.
  4. Rini merupakan belahan hatiku, yang sangat aku cintai.
  5. Banu terlihat sangat gagah dengan kuda besi yang sedang di tungganginya.
  6. Para perampok itu dengan membabi buta menghabisi semua petugas bank.
  7. Teman saya meminjam uang kepada lintah darat.
  8. Badi dijuluki oleh teman-temannya sebagai muka tembok.
  9. Raja hutan itu memangsa buruannya secara kejam dan sadis.
  10. Santi dijadikan kambing hitam oleh teman dekatnya sendiri.
  11. Kuda besi tersebut mengalami kecelakaan setelah tuas remnya rusak.
  12. Dea merupakan sandaran hatiku.
  13. Banu diberi julukan kecil-kecil cabe rawit oleh teman-temannya.
  14. Kamu sebagai wanita jangan mudah tergoda oleh para buaya darat.
  15. Pada perang yang terjadi lalu, banyak sekali bunga bangsa yang gugur di medan perang.
  16. Pak Budi selalu mengandalkan para anak buahnya.
  17. Pergilah ke gudang ilmu jika ingin menambah pengetahuan yang kamu miliki.
  18. Saya menerima pekerjaan itu hanya sebagai batu loncatan saja.
  19. Saat pulang dari sebuah pasar, ibu selalu membawa buah tangan untukku.
  20. Andi merupakan anak yang dijuluki sebagai kutu buku oleh temannya.
  21. Gadis kecil itu merupakan peri kecil untuk orang tuanya.
  22. Para guru adalah pahlawan tanda jasa yang telah mengabdi di sekolahku.
  23. Sering-sering kamu membaca sebuah buku, karena buku merupakan jendela dunia.
  24. Ani merupakan anak emas yang dimiliki oleh kedua orang tuanya.
  25. Sinta merupakan buah hati dari ibunya.
  26. Nabi Muhammad SAW, merupakan suri tauladan bagi umat muslim.
  27. Orang yang suka memakai kaca mata sering dijuluki dengan sebutan kutu buku.
  28. Dalam keadaan apapun kita tetap harus berlapan dada.
  29. Senyuman kamu seperti embun di pagi hari.
  30. Seorang ayah selalu berkerja keras karena ia adalah tulang punggung bagi keluarganya.

Masih banyak lagi contoh lainnya dari majas metafora ini, majas yang sering di ungkapkan oleh seseorang terhadap sesuatu hal yang dilihatnya ataupun yang dirasakannya saat itu. Dan tak sebuah kata yang terucap saat kita berkomunikasi dengan seseorang adalah sebuah kata dari sebuah majas metafora.

Demikianlah pembahasan yang mengenai majas metafora beserta pengertian dan contoh-contohnya ini. Semoga dengan adanya penjelasan dan pembahasan ini, dapat menambah pengetahuan dan wawasan kalian semua yang telah membacanya. Terlebih untuk saya pribadi, dan bagi kalian yang sudah berkunjung ke Buatlagi.com, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Sekian.

Leave a Comment

%d bloggers like this: