92+1 Contoh Majas Simile (Lengkap): Pengertian dan Artinya

Majas Simile – halo sahabat, bagaiamana kabarnya? Semoga dalam keadaan yang baik-baik saja ya. Kembali kita membahas sebuah majas, yakni majas simile? Mungkin terdengar agak asing ya, hehe. Akan tetapi bagi kalian yang saat masih duduk dibangku sekolah pastinya mengetahui ya. Majas ini merupakan salah satu dari katagori pada majas perbandingan.

Jika sebelumnya kita telah sama-sama membahas majas dengan katagori yang sama yaitu Majas Asosiasi, maka kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tersebut. Mudah-mudahan teman semua tetap semangat ya dalam belajar dan menuntut ilmunya.

Oke langsung saja ya. Pada sebuah karya tulis khususnya pada sebuah karya sastra, tidak jarang seorang penulis atau pengarang pada sebuah karya tulis yaitu mereka meluapkan atau mengungkapkan ide, perasaa dan isi pikirannya dengan menggunakan bahasa yang khas. Dan ungkapan tersebut tidak selalu hanya di jelaskan dengan kata-kata yang sederhana dan langsung pada makna sebenarnya saja. Terkadang bisa juga berupa perumpamaan.

Yang mana pada penggunaan kata atau kalimat perumpamaan inilah yang nantinya akan merujuk pada penggunaan majas atau gaya bahasa.

Agar lebih jelas dan lengkapnya simaklah penjelasan dibawah ini dan akan disertakan juga sebuah contoh-contohnya. Adapun pengertian dari majas simile adalah sebagai berikut.

Pengertian Majas Simile

Kata simile adalah kata yang berasal dari bahasa latin dan memiliki sebuah arti yakni “seperti atau ibarat” Sedangkan jika melihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disebutkan bahwa majas simile adalah majas pertautan yang membandingkan dua yang secara jelas sangat berbeda. Namun dianggap memiliki kandungan segi yang serupa dan dinyatakan secara eksplisit.

Perbandingan yang dilakukan secara eksplisit pada majas simile ini, bisa diartikan yakni sebagai permberian makna pada suatu hal atau sesuatu yang dibandingkan itu secara langsung dengan sebuah kata-kata yang merupakan perumpamaannya.

Jika berdasarkan pengertian di atas, maka majas simile bisa dikatakan termasuk kedalam kedua kategori jenis majas, yaitu :

  1. Majas perumpamaan alasannya adalah karena majas ini menggunakan kata penghubung (laksana, bagai, dan seperti) yang mana kata tersebut merupakan kata yang menyatakan sebuah perumpamaan.
  2. Majas perbandingan alasanny adalah karena majas ini juga membandingkan antara dua hal yang jelas-jelas berbeda.

Kata Penghubung Majas Simile

Kata penghubung adalah sebuah kata yang memiliki fungsi untuk menghubungan sebuah kalimat dengan kalimat lainnya, atau sebuah kata dengan kata lainnya. Begitu pula dengan majas simile ini terdapat juga sebuah kata penghubungnya. Adapun kata penghubung yang umum digunakan pada majas simile adalah sebagai berikut.

  1. Bagaikan
  2. Laksana
  3. Seperti
  4. Semisal
  5. Serupa

Contoh Majas Simile

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, majas simile ini membandingkan sesuatu hal dengan sesutu hal yang lain. Dan pada perbandingan tersebut tentu menggunakan sebuah kata pembanding ataupun kata penghubung. Nah agar lebih memahami bagaimana sih majas ini dan bagaiamana sih menggunakan kata penghubung tersebut, akan disertakan juga beberapa conhohnya dengan tema yang berbeda.

Penggunan kata majas ini, memang sering kita jumpai pada sebuah karya yang berbentuk tulisan. Namun tidak jarang juga kita menemukan sebuah kalimat atau kata yang mengandung majas sebuah percakapan yang lalui sehari-hari.

Mungkin hanya saja kita yang kurang menyadari akan hal tersebut. Maka dari itu agar lebih memahami bagaimana kalimat yang mengandung majas tersebut, terlebih untuk majas simile ini, simaklah contoh-contoh dibawah ini. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.

Contoh Majas Simile Pada Percakapan

Biasanya seseorang mengucapkan sebuah kalimat yang menurut kita agak puitis atau sedikit menggunakan bahasa yang cukup tinggi untuk kita pahami, bisa jadi saat itu dia mengucapkan kalimat tersebut menggunakan salah satu majas, terlebih untuk majas jenis. Dimana dalam pengucapak tersebut terdapat sebuah gaya bahasa yang khas. Bisa kita simak contohnya dibawah ini.

  1. Aku dan dia selalu bertengkar jika bertemu setiap harinya seperti seekor kucing dan anjing.
  2. Sejak kamu diam di dalam rumah terus, kulit kamu menjadi putih seperti dilumuri oleh susu.
  3. Tubuhmu saat ini terlihat begitu gemuk bagaikan bola basket.
  4. Rumah orang tua itu bagaikan sebuah istana yang megah.
  5. Kata temanku jidatku lebar seperti lapangan bola yang megah.
  6. Rani memiliki anak yang banyak seperti pemain sepak bolah dalam sebuah club.
  7. Wanita memiliki postur tubuh yang tinggi seperti sebuah gitar spanyol.
  8. Sikap dan pikirannya selalu berubah-ubah bagaikan sebuah air yang berada pada daun talas.
  9. Aku membutukan sebuah senyumanmu dihari-hari ku bagaikan sebuah duri yang berada dalam daging pada tubuhku.
  10. Aku sangat terganggu saat kau tidur, dengan suara dengkuranmu yang sangat keras bagaikan suara sebuah pesawat terbang yang akan landas.
  11. Suara yang dikeluarkannya itu sangat halus bagaikan sebuah melodi yang sangat merdu.
  12. Kami tidak berani mendekat kepadanya karena jika dia marah bagaikan singa yang melahap mangsanya.
  13. Wajah gadis itu sangat mulus sekali bagaikan sebuah penggorengan yang baru sekali.
  14. Kedua wajah anak itu sangat mirip bagaikan sebuah pinang yang telah dibelah menjadi dua bagian.
  15. Andi terkenal oleh teman-temannya sebagai anak yang sangat garang laksana seekor singa yang sedang marah.
  16. Anak itu kalau jalan lamban sekali seperti kura-kura pada umumnya.
  17. Pengendara itu memacu motornya sangat cepat sekali bagaikan larinya seekor macan yang sedang mengejar mangsanya.
  18. Ani sangat malas dalam menyikat gigi, menjadikan gigi kuning seperti emas 24 karat.
  19. Andi sangat susah ya untuk dinasehatinya bagaikan batu yang sangat keras.
  20. Walaupun makanan ini tergolong dengan harga yang murah namun rasanya seperti makanan yang disajikan pada sebuah restoran.

Nah inilah contoh asosiasi kalimat yang saya golongkan pada sebuah percakapan. Jika diperhatikan dari kalimat-kalimat diatas, pasti kita pernah mengucapkannya ya. Hehe.

Contoh Majas Asosiasi Pada Sebuah Puisi

Contoh majas pada sebuah puisi utamanya merupakan kata yang romantis, atau sebuah kalimat mengandung suatu pujian. Yang mana pujian tersebut kita tunjukan kepada lawan dari bicara. Tak jarang juga kalimat majas ini terpajang pada sebuah puisi yang sudah terkenal dan populer. Atau pun yang disisipkan pada sebuah lirik lagu.

Untuk lebih jelasnya simaklah beberapa contoh majas dibawah ini. Adapun contohnya adalah sebagai berikut.

  1. Suara kamu sangat halus bagaikan sebuah alunan melodi pada sebuah lagu.
  2. Aku membutuhkan senyummu dalah keseharianku, karena senyummu bagaikan cerahnya pagi hari yang membutuhkan mentari.
  3. Dia sangat berharga bagiku, bukan hanya sekedar sahabat tapi laksana pelita dalam gelapnya malam.
  4. Senyummu yang manis itu membuatku tak berdaya bagaikan pengikat hati yang sangat kuat.
  5. Rambutmu yang ku belai-belai ini, bagaikan selembut kain sutra yang sangat mahal.
  6. Aku tak sanggup jika harus lama-lama marah kepadamu, karena kalau kamu marah seperti gunung yang mengeluarkan lavanya.
  7. Pemandangan itu sangat indah bagaikan sebuah surga yang nyaman dan indah.
  8. Kucing itu terlihat sangat lucu bagai kue donat yang ingin sekali ku makan.
  9. Jerawat di wajahnya sangat banyak dan merah bagai sebuah gunung-gunung yang akan meletus.
  10. Wanita itu bagaikan bunga mawar yang baru saja mekar.
  11. Ibu engkau adalah laksana bulan yang menerangiku dari gelapnya gulita.
  12. Pertemanan kami laksana sebuah rantai yang sangat kuat dan kokoh.
  13. Tim sepak bola kami bagaikan sebuah dinding yang sangat kokoh dan sangat kuat.
  14. Senyummu bagaikan sebuah hujan yang membasahi keringnya tanah.
  15. Parasmu bagaikan rembulan pada malam hari.
  16. Mereka berdua selalu bertengkar bagaikan seekor anjing dan kucing.
  17. Wajah kalian berdua sangatlah mirip bagaikan sebuah bola yang dibelah menjadi dua.
  18. Wajah wanita itu begitu cantik bagaikan sebuah bidadari yang turun dari sebuah kayangan.
  19. Senymnya begitu manis bagai buah pepaya yang sudah matang.
  20. Tatapannya begitu tajam bagaikan sebuah pedang yang baru saja di asah.
  21. Kau sangat pandai menyejukan hatiku bagaikan sebuah air yang membasahi sebuah tanah yang kering.
  22. Wanita itu memiliki paras yang manis seperti gula yang dirubungi oleh kelompok semut.
  23. Para perampok itu sangat sadis bagaikan seekor harimau yang menghabisi mangsanya.
  24. Anak bayi itu sangatlah suci tanpa dosa, bagaikan sebuah kertas yang tanpa sebuah coretan.
  25. Wajahmu sangat pucat sekali seperti orang yang tidak makan selama satu minggu.
  26. Kamu itu sudah dewasa, jangan suka mengeluh seperti anak kecil yang belum mengerti apa apa.
  27. Makan itu merupakan rutinas penting bagi mahluk hidup bagaikan sebuah pohon yang membutuhkan tanah untuk berpijak.
  28. Kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya bagaikan sebuah surya yang menyinari alam ini.
  29. Hubungan kamu dengan dia sudah sangat rumit bagaikan sebuah benang yang sudah kusut.
  30. Anak itu sangat cepet dalam berhitung layaknya sebuah mesin yang sudah diprogram.
  31. Cinta Rudi dan Ani sangat langgeng bagaikan Romeo dan Juliet dalam sebuah film drama.
  32. Pak Joni sangat giat bekerja siang dan malam, bagaikan sebuah robot yang tidak butuh istirahat.
  33. Reno memang anak yang jenius bagaikan seorang yang bernama Albert Einsten.
  34. Jika melihat wajahmu manis itu bagaikan sebuah bintang yang menghiasi gelapnya langit.
  35. Aku dan kamu akan terus bersama seperti bulan dan bintang yang selalu menghiasi indahnya malam.

Nah itu inilah beberapa contoh dari majas asosiasi yang mungkin bisa berkaitan dengan sebuah puisi atau sebuah nasehat. Ada masih banyak contoh lainnya yang bisa kamu temukan dimanapun seperti sebuah buku atau bacaan laiinya. Namun tidak jarang juga sebuah kalimat yang mengandung majas ini terpampang pada sebuah media iklan pada sebuah papan iklan.

Penutup

Oke ini merupakan sesi penutup, akan saya ingatkan lagi, bahwa majas asosiasi ini bisa tergolong pada katagori majas perbandingan dan bisa juga pada kategori majas perumpamaan. Alasanya bisa kamu lihat pada pembahasan di atas ini. Hehe

Demikian lah apa yang telah kita simak bersama-sama ini, mudah-mudah kalian yang membaca dan menyimaknya bisa mendapatkan sebuah pemahaman mengenai majas ini ya. Dan apabila terdapat kekurangan pada pembahasan ini, bisa kalian tambahkan pada kolom komentar, yang mungkin nanti akan saya tambahkan juga pada artikel ini.

Namun apabila ada diantara kalian ada yang ingin bertanya mengenai pembahasan ini, kalian ungkapkan pada kolom komentar dibawah ini juga. Dan untuk kalian yang sudah berkunjung ke website ini saya ucapkan banyak terima kasih. Dan sekian.

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: