Pengertian Paragraf Narasi, Beserta Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya

Halo sahabat buatlagi.com apa kabarnya? Semoga kalian semua dalam baik dan sehat-sehat saja ya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lanjutan dari artikel sebelumnya tentang paragraf Argumentasi dan Eksposisi. Dan yang akan kita bahas adalah paragraf Narasi.

Tapi sebelum itu, apakah kalian mengetahui apa itu Paragraf Narasi? Jika kalian seorang pelajar pasti pernah mempelajari atau mendengar hal tentang ini. Karena yang saya tahu, paragraf narasi ini merupakan salah satu materi yang diajarkan waktu sekolah. Lebih tepatnya pada pelajaran bahasa indonesia.

Mungkin sahabat ada yang lupa atau belum mempelajari tentang paragraf ini? Untuk kalian yang belum mempelajarinya atau mungkin lupa. Tenang saja karena pada saat ini kita akan sama-sama membahas tentang paragraf narasi beserta ciri-ciri, jenis dan contohnya juga.

Oke tanpa panjang lebar, kita langsung saja ya untuk memulai pembahasannya. Simak baik-baik ya teman-teman. Selamat membaca!

Pengertian Paragraf Narasi

cahyadi-takariawan.web.id

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang paragraf narasi ini. Hal pertama yang harus kita ketahui adalah definisi dari paragraf narasinya terlebih dahulu. Agar nantinya ketika sudah mulai membahas yang lebih detail, kalian tidak bingung dan juga dapat memahaminya.

Oke kita langsung saja. Paragraf Narasi merupakan paragraf yang disusun untuk menceritakan suatu kejadian ataupun peristiwa yang terjadi. Dan peristiwa tersebut berdasarkan kronologi dan urutan waktu tertentu.

Dalam membuat suatu narasi, ada dua macam cara yang bisa dituliskan oleh penulis. Pertama, penulis menuliskan suatu peristiwa dengan kejadian yang sebenar-benarnya. Tentu hal tersebut berdasarkan fakta yang sesungguhnya. Biasanya penulisan narasi jenis ini, bertujuan untuk menyampaikan sebuah berita yang dia lihat.

Dan cara kedua, tulisan yang dibuat berdasarkan ide dan gagasannya. Tulisan yang hasilkan itu bisa sebuah karangan ataupun imajinasinya. Biasanya penulis dengan cara ini, bertujuan untuk memberikan suatu nasihat maupun himbauan kepada para pembacanya.

Tetapi tidak hanya itu, penulis dengan cara kedua ini. Bisa juga menuangkan atau sekedar berbagi pengalaman melalui tulisannya. Tentu dalam sebuah tulisan itu, apapun isinya semua tergantung kehendak sang penulis. Apakah dia ingin menyampaikan sebuah opini maupun fakta.

Dan yang perlu diketahui, seorang penulis juga bisa menggabungkan antara opini atau fakta pada tulisan yang ingin disampaikannya.

Gimana? Sudah terbayang belum apa itu pengertian paragraf narasi? Jadi kesimpulannya, suatu narasi itu tidak hanya sekadar kejadian atau peristiwa nyata saja. Akan tetapi bisa juga sebuah tulisan ini hanya cerita fiktif belaka atau bahkan sebuah khayalan. Misalanya seperti cerpen, biografi, novel dan roman.

 Ciri-ciri Paragraf Narasi

www.pexels.com

Jika kamu sudah mengetahui apa itu pengertian paragraf narasi. Maka kamu juga harus mengetahui apa itu ciri-cirinya. Tujuannya adalah agar kamu dapat membedakan paragraf narasi dengan paragraf lainnya. Karena dalam paragraf itu sendiri terdapat berbagai jenis yang berbeda-beda. Berikut ciri-cirinya yang perlu kamu ketahui sebagai berikut.

  1. Dalam narasi tersebut memiliki tiga unsur utama yaitu tokoh, waktu, dan suatu peristiwa.
  2. Pada narasi tersebut memuat sebuah kisah, cerita, peristiwa ataupun kejadian.
  3. Bertujuan untuk menyampaikan informasi maupun menciptakan suatu pengalaman yang berkesan bagi para pembaca ataupun pendengar.
  4. Bersifat fiksi ataupun non fiksi.
  5. Menjadikan fakta atau opini sebagai dasar tulisannya.
  6. Paragraf yang disusun haruslah berurut yaitu terdapat awal, tengah dan akhir.
  7. Pada paragraf diharuskan terdapat konflik yang terjadi.
  8. Paragraf bisa juga berisi tentang pengalaman penulis.
  9. Kalimat yang tuliskan haruslah yang mudah dipahami.
  10. Tidak berbelit-belit pada pesan yang ingin disampaikannya.
  11. Memiliki nilai estetika, yaitu kebebasan penulis dalam pemilihan gaya pada paragraf penulisan.

Jenis-jenis Paragraf Narasi

Jenis-jenis Paragraf Narasi
www.pexels.com

Pada pembahasan tentang paragraf. Menjelaskan bahwa paragraf mempunyai bermacam-macam jenis berbeda antara satu sama lain. Perbedaan itu terdapat pada tujuan, fungsinya dan perbedaan lainnya. Dan setiap paragraf mempunyai jenis. Begitu pula dengan paragraf narasi. Tentu memiliki berbagai jenis. Adapun jenis-jenis dari paragraf narasi sebagai berikut.

1. Narasi Informatif

Bisa dilihat dari katanya, narasi informatif pengertian adalah sebuah paragraf yang dituliskan dengan maksud untuk menyampaikan suatu informasi. Dan untuk menyampaikan paragraf yang berbentuk informasi ini. Tentunya haruslah dibuat secara terperinci.

Dan tujuan utama pada penulisan paragraf jenis ini adalah untuk menambah wawasan maupun pengetahuan bagi para pembacanya. Tentu data yang menjadi sumber merupakan data yang benar dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

2. Narasi Ekspositorik

Narasi ekspositoris ialah sebuah paragraf yang dimuat dengan tujuan untuk menceritakan kisah dari seseorang. Paragraf ini tentu disampaikan secara sistematis. Karena paragraf jenis ini ditulis bertujuan untuk menarik perhatian para pembaca. Dan juga agar mudah dipahami maksud serta tujuannya.

Pada umumnya paragraf ini dibuat untuk menceritakan sebuah kejadian. Atau juga berupa fakta yang mempunyai landasan tentang kebenarannya. Biasanya jika penulis memuat tulisan dengan jenis ini. Sosok tokoh yang diceritakan dalam paragraf ini pun tidak hanya satu saja. Tetapi terdapat beberapa tokoh. Paragraf itu pun berisi tentang perjalanan hidupnya mulai lahir, sampai meninggal dunia.

Selain itu, paragraf dengan jenis ini bisa dituliskan dengan bahasa kita sehari-hari. Namun harus tetap dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Dan narasi yang tulis juga harus padat, jelas, singkat, akurat, dan logis. Namun tetap isi yang dijelaskan pada paragraf tersebut harus terperinci.

3. Narasi Artistik

Narasi artistik merupakan narasi yang dituliskan bertujuan untuk menyampaikan suatu pesan atau nasihat. Dengan kata lain paragraf tersebut mengandung sebuah pesan untuk para pembacanya. Dan tulisan tersebut berlandaskan sebuah opini atau gagasan dari penulis itu sendiri. Namun bisa juga landasan dari penulisan narasi ini berdasarkan fakta yang ada.

4. Narasi Sugestif

Narasi sugestif ialah jenis paragraf narasi yang buat bertujuan untuk menyampaikan maksud tertentu. Narasi dengan jenis ini juga bisa memberikan suatu pesan yang mempunyai sifat terselubung. Pesan tersebut tentunya diarahkan kepada pendengar maupun pembacanya.

Narasi ini berlandaskan sebuah gagasan dari penulis. Atau dibuat berdasarkan pemikiran penulisnya, bisa berupa imajinasi dan khayalan si penulis. Tetapi walaupun narasi ini dibuat berlandaskan khayalan, tapi tetap bisa disusun berbentuk sebuah informasi, nasehat, ajakan ataupun himbauan.

Karena yang menjadi tujuan dengan jenis narasi ini adalah agar pembaca atau pendengar itu merasa terkesan. Atau bisa dikatakan seolah-olah para pembaca maupun pendengar sedang mengalami suatu yang dituliskan pada paragraf tersebut.

Cara Membuat Paragraf Narasi

Cara Membuat Paragraf Narasi
www.pexels.com

Setelah kita mengetahui ciri-ciri, dan juga jenis-jenisnya. Saya akan sedikit berbagi cara untuk membuat paragraf narasi. Tetapi langkah-langkah yang saya uraikan ini merupakan bahasan yang saya simpulkan dari artikel-artikel seseorang yang lebih kompeten. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat paragraf narasi. Adapun langkahnya sebagai berikut.

1. Menentukan tema dan kandungan pesannya.

Menentukan tema dan apa yang akan disampaikan pada paragraf tersebut merupakan langkah pertama. Kenapa demikian? Hal tersebut disebabkan, tujuan dari dibuatnya paragraf narasi ini yaitu untuk menyampaikan sebuah pesan kepada pembaca maupun pendengar.

Jadi selain menentukan temanya, pesan amanatnya juga ditentukan. Tentu amanat yang disampaikan haruslah sesuai dengan tema. Agar tulisan nyaman dibaca maupun didengar.

2. Menentukan siapakah pembacanya.

Menentukan siapakah pembacanya
www.pexels.com

Setelah sudah mengetahui tema dan pesan apa yang akan disampaikan. Langkah selanjutnya adalah menentukan siapakah pembacanya. Maksud dari siapakah pembacanya disini adalah sasaran pembaca dari tulisan yang dibuat.

Hal ini tentu berkaitan dengan langkah pertama. Karena dengan tema dan sasaran yang sesuai maka pesan yang ada pada tulisan tersebutpun akan mudah dipahami oleh pembacanya. Jadi, jika kita tahu siapa yang akan membaca tulisan tersebut. Pasti akan memberikan tulisan dengan porsi yang bisa dipahami mereka juga. Itulah kenapa kita perlu mengetahui siapa sasaran pembaca tulisannya.

Dan yang perlu diketahui juga, jika dalam membuat paragraf kita sudah menetukan sasarannya. Maka tulisan yang kita buatpun akan sesuai porsinya.

Misalnya untuk anak-anak, pastinya akan lebih jika tulisan itu dibahas dengan bahasa sehari hari saja. Tentu itu akan lebih mudah dipahami. Lain halnya jika sasarannya adalah orang dewasa. Bahasa yang dipakai bisa menyesuaikan bagaimana gaya penulisannya yang sesuai.

3. Merancang isi paragraf

Tulisan yang akan kita sampaikan kepada orang lain. Pasti ingin terlihat rapi dan jelas. Begitu juga pada saat menulis sebuah paragraf. Langkah yang ketiga ini, dilakukan jika sudah mengetahui tema dan sasaran pembacanya.

Jadi yang kita tuliskan dalam sebuah paragraf haruslah sesuai uratan. Kenapa demikian, pastinya agar pembaca itu terarah dengan apa akan kita sampaikan. Isi dari paragraf yang kita tentukan ini, tentunya sudah sesuai dengan tema dan pesannya. Agar paragraf tidak terlihat aneh.

Selain isi dan alur cerita yang sudah ditentukan. Yang perlu ditentukan juga adalah tokoh, alur, watak, latar dan sudut pandang. Dan jangan lupa juga dengan kalimat dan tanda bacanya. Tentu hal ini agar paragraf yang kita buat itu menarik dan memiliki tampilan yang rapi.

4. Membuat judul menarik

Membuat judul menarik
ww.pexels.com

Pada sebuah tulisan, kebanyakan para pembaca pertama kali yang dilihat adalah judulnya. Karena judul ini menjadi tampilan awal sebuah tulisan. Jika judulnya menarik, pastinya akan mengundang para pembaca untuk melihat tulisan yang kita buat.

Begitu juga sebaliknya, jika judul terlihat tidak menarik dan membosankan kemungkinan akan mengurungkan niat pembaca untuk melihat tulisan yang kita buat. Tetapi hal tersebut sering diabaikan oleh penulis. Padahal judul tulisan menentukan minat pembaca.

Selain membuat judul dengan kata yang manarik, alangkah lebih baik lagi jika judul tersebut juga tidak terlalu panjang. Karena tulisan dengan judul yang terlalu panjang juga. Karena bisa jadi akan membuat tidak nyaman para pembaca saat melihatnya.

Mungkin itu saja itu langkah-langkah yang bisa tuliskan dalam membuat sebuah paragraf. Tentu tujuan utama dari langkah tersebut adalah agar paragraf yang kita buat itu manarik bagi orang lain. Terutama para pembaca yang menjadi sasaran tulisan-tulisan kita.

Leave a Comment

%d bloggers like this: