Rukun Islam Beserta Pengertian dan Penjelasannya

Rukun Islam Beserta Pengertian dan Penjelasannya

Pengertian Rukun Islam – Adalah (Arab: أركان الإسلام arkān al-Islām; atau أركان الدين arkān al-dīn; “pilar-pilar agama”) adalah lima tindakan dasar dalam Islam, dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim.

Sedangkan arti dari “Rukun” Merupakan sesuatu hal yang harus dimulai sebelum melakukan pekerjaan, dapat juga dikatakan sebagai sendi atau dasar untuk melakukan sesuatu. Sedangkan rukun dalam hal ibadah iyalah hal-hal yang harus dan wajib untuk dikerjakan.

Dan kata “Islam” Berasal dari bahasa Arab: Salima yang artinya selamat. Dari kata itu terbentuklah kata aslama yang berarti menyerahkan diri atau patuh dan tunduk.

Sebagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman :

Pengertian rukun islam“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Q.S : Albaqarah : 112).

Dari kata aslama itulah terbentuk kata islam. Dan penganutnya disebut muslim. Dan seorang muslim berarti menyerahkan diri kepada Allah serta siap patuh pada perintah dan larangan-Nya.

Rukun Islam itu ada lima yaitu :

  • Syahadat
  • Sholat
  • Puasa
  • Zakat
  • Haji

Mengucap Dua Kalimat Syahadat

dua kalimat syahadat
pujanggakelam1.blogspot.co.id

Rukun islam yang pertama ini ialah bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah secara hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Persaksian ini diucapkan dengan lisan, dan diyakini dengan hati. Lalu mengamalkannya dengan perbuatan.

Syahadat berasal dari kata bahasa arab yaitu syahida yang memiliki arti “ia telah menyaksikan”. Dan ini merupakan asas dan dasar dari lima rukun islam, yang menjadi sebuah inti dan ruh dari seluruh ajaran Islam.

Kalimat Syahadat ini dalam syariat islam ialah sebuah pernyataan keyakinan dalam keesaan  Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. Dan pernyataan inilah yang pertama kali diikrarkan ketika seseorang ingin memeluk agama islam.

Kalimat ini disebut juga dengan syahadatain yang terdiri dari 2 kalimat. Yang pertama syahadah at-tauhid, dan yang kedua merupakan syahadah ar-rasul.

Makna Syahadat

makna-syahadat-
tekad.id

Ada dua makna dalam kalimat syahadat, diantaranya adalah pengakuan katahuidan dan pengkuan kerasulan.

Pertama, pengakuan ketahuidan artinya seorang muslim hanya yakin dan percaya kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Dan dengan mengikrarkan kalimat ini, memantapkan bahwa hanya Allah sebagai tujuan, motivasi, dan jalan hidup.

Selanjutnya meyakini dengan hati bahwa seorang Rasulullah yaitu Nabi Muhammad SAW adalah seseorang yang diutus Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya. Dan inilah yang disebut dengan pengakuan kerasulan.

Jika seseorang telah mengikrarkan kalimat syahadat, maka ia memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang ia ikrarkan. Dan juga harus siap bertanggung jawab dalam tegaknya islam dan penegakan ajaran islam.

Dan seorang muslim juga berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah, beserta segala pesan yang disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ini dikarena syahadat juga berarti janji.

Mendirikan Sholat

mendirikan sholat
mim.or.id

Secara bahasa sholat mempunyai makna yaitu do’a, sedangkan secara istilah sholat merupakan suatu ibadah wajib yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Menurut hakekatnya, sholat ialah menghadapkan hati kepada Allah, yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah dan bisa membangkitkan kesadaran, pada setiap jiwa terhadap kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Seorang muslim diwajibkan mendirikan sholat sehari semalam lima waktu, karena merupakan bagian dari rukun islam. waktu-waktunya dimulai dari sholat Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’.

Sholat merupakan tiang agama. Adalah sebagai rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat. Seseorang muslim wajib untuk melaksanakannya semenjak usia dewasa hingga mati. Dan sholat wajib dikerjakan dalam kondisi apapun hingga pada kondisi ketakutan ataupun sakit.

Dan banyak firman Allah memerintahkan kita untuk mendirikan sholat yang tertera di dalam Alqur’an. Beberapa di antaranya pada surat Albaqarah ayat 43 dan 110.

Mendirikan Solat

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku”.(Q.S : Albaqarah : 43).

Mendirikan Sholat

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”.(Q.S : Albaqarah : 110).

Allah memerintahkan kita untuk melakukan ini, bukan hanya sebagai kewajiban saja. Melainkan juga sebagai sarana interaksi antara Dia dan hamba-Nya. Dan juga sebagai pencegah seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar.

Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45.

Mendirikan Sholat

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S : Al-Ankabut :45).

Didalam sholat tentu saja ada hal penting yang harus diperhatikan juga, yaitu kesucian. Suci dari najis, seperti suci badan, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk sholat.

Melakukan Puasa

melakukan Puasa
nationalgeographic.co.id

Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syariat islam adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar / subuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.

Puasa memiliki fungsi dan manfaat yaitu sarana kita untuk mencoba tahan terhadap hawa nafsu, sabar, disiplin, jujur, peduli dengan fakir miskin, selalu bersyukur kepada Allah dan juga untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Berpuasa dibulan ramadhan ialah rukun islam yang ketiga. Dan hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan bermukim (tidak sedang melakukan perjalan atau safar).

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqarah : 183 dan 187 mengenai perintah puasa ramadhan.

melakukan puasa“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Q.S : Al-Baqarah : 183)

melakukan puasa“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa”.(Q.S : Al-Baqarah : 187).

Selain ibadah kepada Allah, puasa merupakan sarana terbesar untuk mencapai taqwanya seorang hamba kepada Allah. Karena telah menjalankan perintah-Nya dan dan meninggalkan syahwatnya, menahan makan, dan minum demi Allah.

Membayar Zakat

membayar zakat
UNJKita.com

Menyisihkan sebagain harta, untuk diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu. Diwajibkan atas setiap muslim yang memunuhi syarat untuk melakukan zakat.

Zakat menurut bahasa, berasal dari kata zaka, yang mempunyai arti berkah, tumbuh, bersih, suci, dan baik. Sedangkan menurut istilah adalah sesuatu yang hukumnya wajib dikeluarkan dari sekumpulan harta benda tertentu.

Dan yang berhak menerimanya juga golongan-golongan tertentu serta memenuhi syarat sebagai penerima wajib zakat.

Rukun islam yang keempat ini merupakan salah satu perintah Allah yang bertujuan untuk membantu umat islam yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Oleh karena itu, syariat islam memberikan perhatian besar dan memberikan kedudukan tinggi pada ibadah zakat ini.

Allah telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat, jika hartanya sudah mencapai nisab, dan dikeluarkan setiap tahun.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-baqarah : 43 dan At-Taubah : 103.

Membayar zakat“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku”. (Q.S : Albaqarah : 43).

membayar zakat“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S : At-Taubah : 103).

Haji ke Baitullah

haji kebaitullah
Aceh.Net

Pergi haji ke Baitullah. Ibadah ini wajib hukumnya dilaksanakan bagi setiap muslim apabila telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Baik laki-laki maupun perempuan karena ini merupakan Rukun islam yang kelima.

Haji juga bisa diartikan dengan ziarah, yang dilakukan setahun sekali di kota suci umat islam yaitu Mekkah. Kewajiban ini dilakukan setidaknya sekali dalam seumur hidup, oleh semua orang muslim dewasa yang mampu secara fisik dan finansial.

Ziarah ini terjadi dari tanggal 8 sampai 12 (atau dalam beberapa kasus ke 13) dari Zulhijjah. Dan tempat-tempat yang dikunjungi selain ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga arafah, muzdalifah, dan mina.

Dan ibadah-ibadah yang dilakukan ialah thawaf, sa’I, wukuf, mazbit di muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.

Adapun Syarat-syaratnya ada 5 yaitu Islam, baligh, berakal sehat, merdeka dan mampu.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 97.

Haji ke baitullah“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (Q.S : Ali-Imran : 97).

inilah penjelasan tentang rukun islam yang bisa sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Comment

%d bloggers like this: